Aku Belum Siap Jadi Boti
Nuel Elastia
---
Kenapa jumlah boti makin banyak? Mungkin karena enak. Itulah yang bikin aku penasaran.
Aku beli dildo ukuran medium di sebuah online shop, nyobain jadi boti sebelum dimasuki kontol beneran.
Arghhh.... ternyata ada sedikit rasa panas, dan entah kenapa terasa perih, berhari-hari. Kayaknya salah metode deh.
Lalu, aku dapet kenalan top, dia ngajak check in, cowok karir yang humble dan calm.
Aku cerita kalau lubangku sakit gara-gara dildo.
"Baru pertama?" tanyanya.
Aku mengangguk. Akhirnya kami cuddle, dia menjamah tubuhku, mengendus leher, menghisap lembut putingku.
Arghh.... aku ingin digenjot, tapi aku masih terasa nyeri, apalagi pas tadi pagi buang air besar.
Kulihat kontol mas itu udah ngaceng, keras banget, siap dilesakkan ke lubang boti. Sayang banget kontol sebagus itu dianggurin.
Dia mengambil handuk dan mandi. Arghh.... aku kesel sama diriku sendiri, moment sebagus ini, tapi malah lubangku belum ready.
"Dildo gak bisa foreplay, jadi kalau mau pake dildo, coba kamu pemanasan dulu," jelasnya saat keluar dari kamar mandi.
"Emang ngaruh?"
"Ngaruh banget, kalau langsung dimasukin lubang belum siap, harus rileks dulu."
"Kamu paham banget yak."
"Aku vers, dan lebih tua darimu."
"Oh ....."
Sebenarnya awal masuk dunia rainbow aku adalah top, firsf fun juga jadi top.
Cuma rasa penasaran aja sebenarnya yang bikin aku pengen ngerasain jadi bot.
"Aku juga vers sih sebenernya," akuku.
"Oya?"
Aku mengangguk.
- 00-
Menjelang tidur, kami fun lagi, aku tiduran, dia lincah naik turun, pantatnya goyang jago banget.
Kontolku nusuk lubangnya yang ternyata udah adaptable.
Meski aku bisa jadi top, dan bikin yang kutusuk desah desah kayak gini, tapi sebenarnya moodku bukan top.
Makanya pas nusuk aku cuma pasif dan no ekspresi, botnya yang aktif.
Mas mas yang tadi kuharap bakal jadi topku, kini malah kebalik. Dia vers berbakat, jadi bot pun keren banget.
"Kontolmu kuat juga, ngecrotnya lama ya."
Aku mengangguk. Dia masih naik turun sambil melintir putingnya sendiri.
Lalu aku pegang tangannya.
"Aku aja yang melintir," tawarku.
Hampir tengah malam, mas mas ganteng dan body atletis itu malah takluk oleh kontolku.
