5 Kebiasaan “Aneh” Cowok yang Bikin Geleng Kepala (Tapi Nyata Ada)
Nuel Elastia
---
Di dunia seksualitas pria, terutama di komunitas cowok pelangi (gay dan biseksual), ada beberapa preferensi dan praktik yang sering dianggap “out of the box” oleh mayoritas orang.
Para psikolog menyebutnya paraphilia — ketertarikan seksual atipikal yang selama tidak melukai orang lain tanpa persetujuan dan tidak menimbulkan distress berat, dianggap variasi normal (bukan gangguan).
Berikut lima kebiasaan yang sering muncul, lengkap dengan penjelasan ilmiah ringkas dan kenapa mereka merasa “sensasi”-nya beda.
1. Fetish pada benda pribadi (Clothing / Olfactory Fetish)
Banyak pria yang sangat terangsang oleh benda-benda intim milik orang lain: boxer bekas, kaos dalam, atau bahkan sempak yang masih ada aroma tubuh (keringat, urin, atau residu ejakulasi).
Dalam psikologi, ini termasuk fetishistic disorder yang hampir eksklusif dialami pria.
Objek tersebut menjadi “trigger” fantasi masturbasi atau bahkan digunakan langsung.
Bagi yang punya fetish ini, aroma dan tekstur bekas pakai justru memberikan sensasi intim yang kuat — sesuatu yang bagi orang awam terasa jijik.
2. Belly Punching / Abdominal Impact Play
Ya, ada yang secara sukarela minta ditonjok, diinjak, atau ditekan keras di perut sampai batas nyeri tinggi.
Praktik ini masuk kategori masokisme ringan hingga sedang dalam spektrum BDSM.
Bagi mereka, tekanan atau nyeri di area perut memicu pelepasan endorfin dan sensasi euforia yang bisa berujung orgasme tanpa sentuhan penis.
Meski terdengar ekstrem, selama dilakukan dengan aman (tanpa trauma organ dalam), banyak yang menganggap ini sebagai bentuk intensifikasi sensasi tubuh.
3. BDSM (Sadomasokisme Konsensual)
BDSM bukan hal baru, tapi di kalangan pria sering muncul dalam dua kutub: sadisme (menikmati memberikan rasa sakit/kuasa — mengikat, menampar, mencambuk, main lilin panas) dan masokisme (menikmati menerima rasa sakit/penghinaan).
Kuncinya adalah konsensual dan saling mencari pasangan yang cocok.
Riset menunjukkan sadomasokisme termasuk paraphilia yang relatif umum, bahkan lebih banyak dilaporkan pria untuk perilaku dominan.
Sensasinya? Campuran nyeri, kontrol, dan pelepasan emosional yang kuat.
4. Exhibitionism (Pamer Tubuh)
Dari level ringan (posting foto shirtless atau hanya pakai boxer di grup privat) sampai level berat (telanjang di tempat umum atau sengaja memperlihatkan alat kelamin), exhibitionism adalah kenikmatan mendapatkan perhatian seksual dari orang lain melihat tubuh/intim mereka.
Pria dengan kecenderungan ini merasa euforia dan validasi ketika “dipandang”. Prevalensinya lebih tinggi pada pria dibanding wanita, dan di komunitas gay/biseksual sering muncul dalam bentuk sharing foto eksplisit di ruang privat.
5. Urophilia / Golden Shower (Dipipisin)
Meski tidak mayoritas, ada pria yang secara terbuka meminta dipipis — terutama di wajah atau tubuh.
Mereka menikmati kehangatan, bau khas urin, dan rasa “penghinaan” atau “penerimaan total” dari pasangan.
Dalam literatur disebut urophilia atau watersports, dan survei menunjukkan sekitar 4–9% pria pernah tertarik, bahkan lebih tinggi di komunitas gay (fantasi bisa mencapai 40% pada beberapa survei).
Bagi mereka, ini bukan sekadar kotor, melainkan intimasi ekstrem.
-00-
Kelima kebiasaan ini sebenarnya berada dalam spektrum paraphilia yang cukup umum di kalangan pria.
Selama dilakukan secara sadar, aman, dan konsensual (RACK: Risk-Aware Consensual Kink), kebanyakan ahli seksologi modern tidak mengklasifikasikannya sebagai gangguan.
Yang penting: consent, safety, dan tidak mengganggu kehidupan sehari-hari.
Jadi, aneh di mata orang lain? Mungkin. Tapi bagi yang menjalaninya, itu adalah bagian dari sensasi dan identitas seksual mereka.
